DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

Hari ini 17 agustus 2006 negara ini merayakan kemerdekaannya yang ke 61. kebanyakan dari kita sedikit banyak pasti sudah mengerti seperti apa perjalanan negara ini mulai dahulu hingga sekarang ini. Namun banyak sebagian dari kita yang tidak mengerti apabila kita ditanya seperti apa negara ini di masa depan.
Ada pendapat menarik dari Jeffrey A. Winters (guru besar dept. politik Northwestern Univ.) pengamat politik Indonesia tentang negara ini di masa depan.
“INDONESIA AKAN MENJADI BAGIAN DARI PEREKONOMIAN
KULI TERBESAR DI ASIA DALAM 20 THN KE DEPAN”
Apabila kita mau berpikir lebih jauh mungkin pendapat di atas bisa saja menjadi kenyataan.Ada beberapa alasan yang mendukung kenyataan tersebut
1. Menyusutnya stok sumber daya alam
Sudah lama negara ini dibuai oleh pernyataan bahwa negara ini mempunyai sumber daya alam yang melimpah ruah yg tdk ada habisnya. Pendapat seperti itu sudah seharusnya disingkirkan jauh2, krn kenyataannya skr apa yg kita jumpai tidaklah seperti itu.
• Minyak bumi kita telah jauh menyusut menuju kepunahan. Dulu kita pernah menjadi negara pengekspor minyak namun yg terjadi skr pd saat harga minyak bumi sedang tinggi kita cuman bisa menyesali mengapa produksi minyak bumi kita justru jauh berkurang bahkan untuk mencukupi kebutuhan dlm negeri saja kita hrs meng-impor. Ke depan mengingat sifat SDA ini yg tdk terbarui sepertinya kita hrs mulai berpikir ulang untuk bergantung pd komoditas ini.
• Perkebunan juga tidaklah menggembirakan seperti halnya minyak bumi. Kita tahu bahwa negara ini mempunyai lahan subur yg dapat dijadikan aset negara. Namun kenyataanya hampir 20 % lahan sawit di Sumatera & Kalimantan sudah dikuasai pengusaha Malasyia dan akan semakin meningkat. Kalau sudah seperti itu apa yg bs diharapkan dari lahan yg subur tersebut.
2. Angka kemiskinan dan pengangguran
Angka pengangguran semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001 sekitar 8 juta jiwa kemudian meningkat tahun 2006 menjadi 11,1 juta jiwa. Tanpa perlu ahli matematika kita bisa hitung seperti apa pengangguran di negara ini 20 thn ke depan. Angka kemiskinan th 2006 sekitar 44 juta jiwa.
3. Tidak ada konsep pembangunan yg jelas.
Saat negara lain berlomba mengeksploitasi keunggulan komparatifnya masing2 agar mampu bersaing negara ini msh bingung mencari-cari apa yg menjadi keunggulan komparatifnya. Saat ini negara lain sdh mempy. konsep dan arah pembangunan yg jelas. Dari jenis industri agribisnis negara2 spt Thailand dan Vietnam sedang menginjak gas dalam2 menggenjot sektor unggulan tsb. Industri manufaktur kita tahu Cina adalah raksasanya bahkan skr muncul India sbg pesaing. Industri otomotif kita tahu Jepang, Korea dan negara Eropa adalah penguasanya. Sementara untuk industri High Tech siapa yg menolak fakta negara2 G-7 sebagai yg terdepan. Sementara Indonesia dengan berbagai alasan mencoba bersaing melawan mrk tanpa keunikan yg jelas. Ada baiknya Indonesia menentukan sektor apa yg mjd prioritas dan keunggulan kita shg mjd kekuatan bangsa. Putera Sampoerna mengingatkan “if you can’t compete with someone who already esthablised, you have to be unique or different”.Kalau semua sector industri sudah dikuasai negara lain apa yg dapat kita harapkan di masa depan.
Pendapat di atas menjadi relevan untuk kita kaji mengingat perjalanan negara ini masih sangat muda apabila dibandingkan dengan pemerintahan yang pernah berkuasa di tanah air ini. Negara ini masih harus melewati banyak ujian untuk membuktikan kelangsungan hidupnya di masa depan. Kita semua tahu di wilayah yg dikenal dgn Indonesia sekarang ini pernah berdiri sejumlah pemerintahan/Negara/kerajaan yang memerintah wilayah tsb.Bahkan sejumlah pemerintahan bisa disebut lebih besar dari pemerintahan sekarang ini. Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan beberapa bentuk pemerintahan yg pernah berkuasa di wilayah nusantara. Pemerintahan Majapahit berkuasa selama ± 200 tahun (R.Wijaya 1294- Kerthabumi 1478) kemudian runtuh. Sedangkan pemerintahan Sriwijaya lebih lama lagi berumur ± 600 tahun lalu kemudian runtuh.
Dari gambaran di atas maka perjalanan Negara ini yg msh 61 tahun menunjukkan tantangan ke depan sangatlah berat dan menantang. Kita tentu tidak berharap beberapa abad ke depan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia dikenang seperti halnya Sriwijaya, Majapahit dll. Anak cucu kita hanya mengenal Negara kesatuan RI sebagai Negara yg mengalami keruntuhan bahkan sebelum mengalami masa keemasannya.
Tugas kita bersama selaku generasi penerus untuk memastikan kekhawatiran di atas tidak terbukti
DIRGAHAYU NEGERIKU TERCINTA




0 Comments:
Post a Comment
<< Home