MENGUAK TABIR MISTERI JOGJAKARTA (poros gunung merapi-keraton-laut selatan)
OPENING STORY
Jogjakarta selalu menyimpan seribu pesona. Sebagai garda depan penjaga tradisi kebudayaan Jawa, kota ini selalu menarik untuk dijadikan tempat menggali dan menyelami nilai2 tradisional masyarakat Jawa. Bagi anda yg sehari-hari cenderung mempunyai gaya hidup modern di era globalisasi yg serba instan dan mengedepankan individualisme serta materialisme, Jogjakarta bisa dijadikan tempat olah jasmani maupun rekreasi spiritual yg tepat. Walaupun modernitas sudah merambah Jogja namun aku yakin tak akan mampu menggeser nilai2 luhur dan budaya yang telah merasuki jiwa masyarakatnya.
Satu hal yang menarik dari Jogja adalah kepercayaan sebagian besar masyarakatnya terhadap 3 ikon penting yakni (Gunung Merapi di utara, keraton Ngayogyakartahadiningrat di pusat kota serta Laut Selatan di Selatan Jogja). Tidak banyak dari kita mengetahui hubungan diantara ketiga tempat tersebut. Kisah yang beredar di masy. bercerita bahwa ketiga tempat yang dapat ditarik garis lurus dipeta tsb. terkait erat satu sama lain. Keraton sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal Sultan merupakan bangunan megah yang merupakan lambang kebesaran kerajaan Jawa yang tinggi nilai seninya. Di bagian selatan kita mengenal mitos penguasa ratu pantai selatan (nyi roro kidul) yang dipercaya sebagian orang merupakan permaisuri dari salah satu raja Mataram Panembahan Senopati. Berkat hubungan historis yang erat dengan Kraton Jogja, sampai sekarang, di hari-hari tertentu, yang dinamakan Suro pada penanggalan Jawa, kerap dilakukan labuhan untuk menghormati Nyai Roro Kidul baik oleh Kraton Jogja maupun masyarakat sekitar.
Gunung Merapi pun tak kalah menyimpan misteri. Warga meyakini, Gunung Merapi dijaga oleh Kiai Sapujagad sebagai patih yang memang ditugaskan oleh keraton pada masa Panembahan Senopati. Sebenarnya semula Kiai Sapujagad bernama Ki Juru Taman. Karena ''melanggar'' titah Panembahan Senopati, akhirnya dia diminta berdiam di Merapi. Kabarnya gunung ini merupakan tempat makhluk halus berada. Tidak hanya satu-dua makhluk yang berdiam di sini, tapi memang pusatnya shg dipercaya di tempat inilah bersemayam makhluk halus penjaga kerajaan.
Perjalananku kali ini bermaksud mencari jawaban misteri di atas. Backpacking Jogja dimulai Kamis tgl 20 desember 07 dan berakhir Senin 24 desember 07.




0 Comments:
Post a Comment
<< Home