ASIAN CUP TOUR 2007
Ketika kita ditanya apa yg sudah kamu berikan pada bangsamu? Bagi sebagian orang yg sdh banyak menyumbangkan karyanya, mungkin jawabannya bisa banyak dan beraneka macam. Namun klo aku ditanya bingung juga menjawabnya. Se-Nasionalis apakah kita? Kuberikan jawabnya pada perjalananku kali ini. Inilah bukti kecintaanku pada Bangsa ini. Negara tumpah darahku.
Disinilah aku skr, berdua bersama Ritno rekan backpacker ku kali ini di dalam kereta Matarmaja kelas ekonomi jurusan Malang-Jakarta yg dijadwalkan berangkat pukul 13.30 namun mundur hingga pukul 15.30 Wib krn kerusakan mesin atau apalah alasan sebenarnya. Dan bisa ditebak tidak sampai stas. Blitar kreta terpaksa berhenti di tengah persawahan untuk mempersilahkan kreta eksekutif Gajayana dengan harga 3 x lipat tujuan sama mendahului kereta ekonomi. Bukan hal yg aneh di dunia ini siapa bayar lebih dia mendapat lebih. Dengan jadwal berangkat yg nyaris sama namun waktu kedatangan bisa berselisih hingga 4-5 jam. Sebuah kenyataan yg hrs diterima bagi sebagian masy. kita yg kurang beruntung hidupnya.
Stasiun Senen sudah mulai tampak ketika waktu menunjukkan hampir pukul 11 siang hari Selasa. Kondisi stamina lumayan terkuras akibat tidak mendapat duduk selama di kereta. Jadinya tidur pun seadanya di antara sambungan kereta dan di selasar gerbong. Namun perjalanan baru dimulai , setelah turun dari kereta kami langsung menuju kawasan Jakarta Utara tempat kami bermalam hari ini. Salah seorang saudara ritno mengajak kami ke rumahnya untuk menginap untuk semalam. Hari ini pun berakhir ketika kami menginjakkan kaki di rumah sdr Ritno akibat lelah yg sudah memuncak (kami perlu mengembalikan kondisi stamina untuk tujuan utama kami mendukung tim merah putih di senayan esok hari).
Disinilah aku skr, berdua bersama Ritno rekan backpacker ku kali ini di dalam kereta Matarmaja kelas ekonomi jurusan Malang-Jakarta yg dijadwalkan berangkat pukul 13.30 namun mundur hingga pukul 15.30 Wib krn kerusakan mesin atau apalah alasan sebenarnya. Dan bisa ditebak tidak sampai stas. Blitar kreta terpaksa berhenti di tengah persawahan untuk mempersilahkan kreta eksekutif Gajayana dengan harga 3 x lipat tujuan sama mendahului kereta ekonomi. Bukan hal yg aneh di dunia ini siapa bayar lebih dia mendapat lebih. Dengan jadwal berangkat yg nyaris sama namun waktu kedatangan bisa berselisih hingga 4-5 jam. Sebuah kenyataan yg hrs diterima bagi sebagian masy. kita yg kurang beruntung hidupnya.
Stasiun Senen sudah mulai tampak ketika waktu menunjukkan hampir pukul 11 siang hari Selasa. Kondisi stamina lumayan terkuras akibat tidak mendapat duduk selama di kereta. Jadinya tidur pun seadanya di antara sambungan kereta dan di selasar gerbong. Namun perjalanan baru dimulai , setelah turun dari kereta kami langsung menuju kawasan Jakarta Utara tempat kami bermalam hari ini. Salah seorang saudara ritno mengajak kami ke rumahnya untuk menginap untuk semalam. Hari ini pun berakhir ketika kami menginjakkan kaki di rumah sdr Ritno akibat lelah yg sudah memuncak (kami perlu mengembalikan kondisi stamina untuk tujuan utama kami mendukung tim merah putih di senayan esok hari).




0 Comments:
Post a Comment
<< Home