Saturday, July 21, 2007

ASIAN CUP TOUR 2007 (part 4- back to MLG)

Sabtu. Rute yang sama kembali kami lalui siang itu yakni jalan tol cipularang yang dihiasi perbukitan di kanan kiri yg cukup mampu mengalihkan dari kondisi jalan yg tidak rata dan bergelombang di sana sini. Tujuan terakhir perjalanan kami bukanlah tempat yg menarik bagiku. Hari terakhir backpacking kami selama hampir seminggu adalah di perumahan kawasan Bekasi yg hanya berjarak beberapa Km dari Mall Bekasi. Namun apa daya teman perjalananku ngebet pingin mampir ke rumah saudaranya. Kami hanya sempet jalan2 sebentar di malam hari sambil makan malam bareng keluarga yg baru ku kenal tsb (lumayan makan gratis di Solaria yg tdk msk kelas backpacker seperti aku hehe).

Minggu pagi kami diantar ke stasiun gambir untuk membeli tiket kepulangan menuju malang sore harinya. Akhirnya kami merasakan kereta yg mendahului kami di stas. Blitar pd saat keberangkatan kmarin. Kereta api Eksekutif Gajayana meninggalkan Gambir sekitar pukul 17.00 ,ternyata kami tidak ada bedanya dengan penumpang lain yg tertawa begitu saja ketika di tiap persimpangan harus mendahului kereta ekonomi yg berjalan lambat untuk mengalah memberi jalan bagi kereta kami yg lebih mahal untuk tiba di tujuan lebih cepat. Seperti inikah realita hidup di jaman modern??Yang kuat menindas yang lemah,yang lemah harus dikalahkan. Tergetar hati ini bila mengingat bahwa Tuhan Maha Adil. Bila saat itu tiba kaum yg lemah menjadi kuat sanggupkah kita menerima kenyataan menjadi kaum yg tertindas..

Summary : Malang - Stas. Senen – Jakarta Utara - Ciputat (rmh Ichsan) - Stadion Gelora Bung Karno – Bandung - Bekasi – Malang.
 see photos at http:atanir.multiply.com

Friday, July 20, 2007

ASIAN CUP TOUR 2007 (via Bandung)

Pagi setelah packing aku dan Ritno berangkat ke term. Lebal Bulus untuk naik Bis Primajasa jur. Bandung. Ichsan tdk jadi ikut kami ke Bandung krn hrs pergi bareng keluarganya ke Solo. Sesampainya di term. Leuwipanjang kami dijemput tour guide dadakan kami yang orang Jember asli yg sedang kuliah di STT TELKOM. Kami sampai di guesthouse menjelang magrib, dan setelah mandi untuk menyegarkan badan, acara kami selanjutnya nongkrong di seputaran STT TELKOM maka dimulailah petualangan kami di Bandung.

Tidak terasa sudah hari Jumat 20 Juli 07. Pagi hari kami sudah bersiap-siap travelling Bandung seharian penuh mengingat jadwal kami di Bandung hanya sampai esok pagi karena siangnya kami harus menuju Bekasi destinasi kami berikutnya. Spot pertama Pasar Gede Bage yg terkenal dgn pakaian murahnya, lumayan dapat jacket dgn harga miring. Dari Gedebage kami menuju Bandung indah plaza (ungkapan :klo ingin mengenal masy. suatu daerah datanglah ke pasar, disitulah interaksi masy. terjadi) namun ini bandung, tidak ada tempat untuk mengenal lebih dekat masy. Bandung selain di Mall-nya ha3x..Sore kembali ke kamar untuk berganti pakaian, setelah mendapat pinjaman sepeda motor kami tancap gas menuju Lembang lewat Setiabudi. Jalur menuju Lembang mengingatkan Aku akan jalur menuju Batu. Dingin, penuh tanjakan dengan pemandangan menawan di kanan kiri jalan. Puas menikmati hawa dingin yg menusuk tulang kami kembali turun ke Bandung. Dan malam terakhir di Bandung kami habiskan dengan city tour mulai Asia Afrika-Ciwalk-Gedung Sate dan berakhir dengan minum Bajigur di jalan Dago. Malam yg penuh kenangan di bandung……..

Labels:

Wednesday, July 18, 2007

ASIAN CUP TOUR 2007 (part 2)

Rabu, 18 Juli 2007 tujuan utama perjalanan kami. Tepat pukul 17.20 WIB tim nasional Indonesia berhadapan dengan Timnas Korea Selatan ( macan Asia yg mengalahkan Italia pada Piala Dunia 2002). Pukul 08.00 kami berpamitan dengan tuan rumah krn meski pertandingan dimulai sore hari, kami harus menuju rumah Ichsan untuk berangkat bersama ke stadion Gelora Bung Karno. Beruntung tiket pertandingan sudah kami pesan sejak beberapa minggu sblm pertandingan krn menurut kabar hari ini tiket sold out. Antusiasme yg wajar mengingat Indonesia berpeluang lolos bila berhasil mengalahkan Korsel atau minimal menahan seri. Perjalanan ke Ciputat memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan menggunakan biskota. Ngobrol sebentar dilanjutkan makan siang dan meluncurlah kami ber-6 (3 orang yg lain kawan rumah Ichsan yg membuat kami seperti supporter Indonesia korwil Ciputat, bendera, syal dan tidak lupa kostum yg msh baru yg sdh disiapin Ichsan menemani kami konvoi menuju stadion).

Stadion Gelora Bung Karno seakan sudah tidak sabar menyambut puluhan ribu supporter Ind. Yg tidak sabar memberi dukungan bagi tim Garuda. 1 jam sebelum petandingan dimulai tribun sudah hampir terisi oleh puluhan ribu supporter yg berasal dari seluruh nusantara. Entah yg berdomisili di Jkt (mengingat Jkt warganya berasal dari penjuru Indonesia) maupun yg khusus datang seperti kami. Kick off tepat pukul 17.20 Wib. Optimisme jutaan rakyat Ind. sempat muncul ketika timnas dengan modal spirit tinggi mampu meladeni permainan Korsel yg unggul teknik maupun skill individu. Namun sayangnya menjelang berakhir babak I gawang timnas kebobolan oleh pemain Korsel. Setelah turun minum sebagian supporter msh berharap timans Ind. mampu menyamakan kedudukan di babak II. Namun gol itu tak kunjung datang dan akhirnya timnas Ind. harus mengakui keunggulan timnas Korsel dan kalah dengan skor 1-0. Tapi perjuangan timnas yg pantang menyerah dan semangat tak mau kalah oleh tim yg lebih diunggulkan membuat bangga puluhan bahkan ratusan juta rakyat Indonesia. Tak kurang Pres. SBY turun langsung setelah pertandingan menyalami semua pemain timnas untuk menunjukkan dukungan dan rasa bangga. “Tim ini mempunyai masa depan yg baik” tulis banyak harian local selepas piala Asia. Semoga performa timnas ind. tetap seperti ini klo bisa semakin membaik hingga harapan seluruh masy. Indonesia menyaksikan timnas berlaga di Piala Dunia dapat terwujud (dan semoga aku masih cukup kuat mendukung timnas ketika saat itu tiba). Kalah, lelah namun puas itulah yg kualami setelah meninggalkan stadion menuju rumah Ichsan untuk bermalam. Sepiring nasi goreng andalan warga Ciputat menjadi makan malam kami sebelum akhirnya kembali ke peraduan.



Tuesday, July 17, 2007

ASIAN CUP TOUR 2007

Ketika kita ditanya apa yg sudah kamu berikan pada bangsamu? Bagi sebagian orang yg sdh banyak menyumbangkan karyanya, mungkin jawabannya bisa banyak dan beraneka macam. Namun klo aku ditanya bingung juga menjawabnya. Se-Nasionalis apakah kita? Kuberikan jawabnya pada perjalananku kali ini. Inilah bukti kecintaanku pada Bangsa ini. Negara tumpah darahku.

Disinilah aku skr, berdua bersama Ritno rekan backpacker ku kali ini di dalam kereta Matarmaja kelas ekonomi jurusan Malang-Jakarta yg dijadwalkan berangkat pukul 13.30 namun mundur hingga pukul 15.30 Wib krn kerusakan mesin atau apalah alasan sebenarnya. Dan bisa ditebak tidak sampai stas. Blitar kreta terpaksa berhenti di tengah persawahan untuk mempersilahkan kreta eksekutif Gajayana dengan harga 3 x lipat tujuan sama mendahului kereta ekonomi. Bukan hal yg aneh di dunia ini siapa bayar lebih dia mendapat lebih. Dengan jadwal berangkat yg nyaris sama namun waktu kedatangan bisa berselisih hingga 4-5 jam. Sebuah kenyataan yg hrs diterima bagi sebagian masy. kita yg kurang beruntung hidupnya.

Stasiun Senen sudah mulai tampak ketika waktu menunjukkan hampir pukul 11 siang hari Selasa. Kondisi stamina lumayan terkuras akibat tidak mendapat duduk selama di kereta. Jadinya tidur pun seadanya di antara sambungan kereta dan di selasar gerbong. Namun perjalanan baru dimulai , setelah turun dari kereta kami langsung menuju kawasan Jakarta Utara tempat kami bermalam hari ini. Salah seorang saudara ritno mengajak kami ke rumahnya untuk menginap untuk semalam. Hari ini pun berakhir ketika kami menginjakkan kaki di rumah sdr Ritno akibat lelah yg sudah memuncak (kami perlu mengembalikan kondisi stamina untuk tujuan utama kami mendukung tim merah putih di senayan esok hari).

<!-- End #content -->